Mendulang Omzet Ratusan Juta dari JasTip

Pesatnya era media social seperti saat ini menumbuhkan banyak peluang menambah pundi-pundi rejeki yang bisa kita coba.  Menjadi personal shopper atau disebut penyedia barang jasa titip (jastip), adalah salah satu peluang yang bisa kita jajaki. Modal membuka usaha jastip di era e-commerce seperti sekarang relatif tidak besar. Bisa dibilang, hanya bermodalkan smartphone dan hasil foto yang menarik  sudah bisa mulai menjalankan bisnis sebagai penyedia jastip.

Pilihan barang yang bisa  dibisniskan untuk jastip bisa disesuaikan dengan minat dan selera. Barang bisa berupa produk kecantikan, pakaian, kebutuhan anak, home appliance hingga tas mewah dll.

Bianca Fransisca, seorang pebisnis jastip yang telah lama menekuni bisnis ini  membeberkan kiatnya untuk kita yang ingin menjajal peluang usaha jastip.

Menjadi penyedia jastip memang sekilas tidak terlalu memakan modal besar. Hanya saja, pada akhirnya, seorang personal shopper harus  memiliki selera akan barang yang bagus. Supaya pelanggan yang memakai jasanya sebagai pebelanja bisa puas. “Saya berusaha memilih barang yang benar-benar berkualitas dari sisi bahan, model juga harga,” kata Bianca dilansir dari  Tabloid KONTAN.

Simak tips jitu menjadi pebisnis jastip sukses di instagram  :

1. Pastikan anda transparan mengenai harga asli barang yang dititip beli oleh pelanggan.

Ingat, personal shopper adalah seorang yang diberi amanah untuk membelikan sebuah barang oleh pelanggan dengan fee  tertentu. Kalo kita memungut untung melebihi fee di belakang, pelanggan bisa-bisa kapok memakai jasa kita lagi “Jasa saya sifatnya transparan, saya tidak naikkan harga jadi pembeli bisa mendapat harga sebenarnya dan memberi fee pada saya sesuai kesepakatan,” jelas dia.

2. Pilih dan tawarkan barang yang benar-benar berkualitas dari sisi bahan, model dan harga.

Misal kita ingin menggeluti bisnis jasa titip beli seputar keperluan anak, kualitas bahan menjadi perhatian penting.  Model dan harga juga bisa di sesuaikan sesuai segmen yang hendak ditarget. Bila menyasar segmen menengah atas, merk menjadi hal yang penting selain model dan kualitas bahan

3. Pembeli adalah raja.

Layani pelanggan sebaik-baiknya . Resep ini dipegang oleh Bianca hingga akhirnya menjadi pebisnis jastip  barang bayi yang cukup dikenal di kalangan ibu-ibu muda perkotaan. Alasan terbesar seseorang memakai jasa titip beli adalah karena mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membeli sendiri di toko. Alhasil, bukan tidak mungkin ada banyak pertanyaan dari pelanggan terkait barang yang di inginkan. Karena itu kita harus telaten  dan interaktif menjawab pertanyaan mereka. Selain itu, pastikan pengemasan barangnya rapi dan dikirim tepat waktu.
4. Berikan  layanan lebih.

Jastip khususnya di segmen fashion, mau tidak mau juga harus memiliki selera yang bagus . Bianca mengungkapkan, dia kerap merangkap menjadi personal stylist bagi pelanggannya.

5. Jaga loyalitas pelanggan

Jangan sekedar melakukan aktivitas menjual jasa titip beli biasa. Namun, pebisnis jastip juga memiliki tanggung jawab moral untuk memilihkan barang terbaik bagi pelanggan. “Jika menurut saya tidak wajar perbandingan antara bahan dan harga, saya tidak akan unggah foto barang tersebut,” cerita Bianca.

Bianca sukses membesarkan jasa titip beli sejak 2013. Dengan mematok tarif Rp 25.000 per barang titipan. Kini dalam satu bulan, dirinya bisa menerima titipan beli barang antara 1.500-2.000 barang kebutuhan anak. Mulai dari baju, celana, aksesoris dan lain sebagainya. Bila diasumsikan rata-rata harga barang yang dijual sekitar Rp 200.000, dalam satu bulan jasa titip beli Bianca bisa membukukan omzet Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Adapun untung bersih yang bisa dibukukan dari fee titip beli antara Rp 37,5 juta sampai Rp 50juta rupiah.

Omzet bisa lebih besar lagi ketika musim obral  tiba. So,  Tertarik untuk menjajaki peluang menjadi pebisnis jastip? Yang penting adalah berani action.

Leave a Reply

Your email address will not be published.