International Coffee Day, Inilah Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Menyambut Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 oktober, ketahui  perbedaan dari kedua jenis varian kopi yang  paling umum untuk dinikmati di dalam sajian kopi kita sehari-hari yaitu Arabika dan robusta . Kedua varian arabika dan robusta mempunyai perbedaan yang signifikan dari segi rasa, kondisi penanaman hingga harga jual.

Secara mendasar, perbedaan kopi arabika dan robusta berawal dari kondisi geografis penanaman kopinya. Kopi arabika umumnya ditanam di wilayah dataran tinggi, yakni sekitar 700 hingga 1700 mdpl dengan suhu 16-20°C. Sedangkan robusta, ditanam di wilayah dataran rendah dengan ketinggian 400 hingga 700 mdpl dengan suhu 21-24°C.
Oleh karena itulah, kopi arabika lebih banyak diproduksi di Indonesia dan di beberapa negara berjenis tropis pegunungan lainnya seperti Brazil, Kolombia, Peru, Nicaragua, Hawaii, Yaman, dan Ethiopia.

Sedangkan robusta lebih dominan diproduksi di Vietnam, Srilanka, Madagascar, dan Nigeria. Kopi dari biji robusta memiliki rasa yang lebih kuat, lebih kasar, dengan meninggalkan cita rasa buah kacang setelah Anda meminumnya. Biji robusta juga membawa kandungan kafein dua kali lebih tinggi dibanding biji arabika. Karenanya, biasanya biji robusta dianggap tidak lebih baik daripada biji arabica.

Dari segi penanaman, biji kopi robusta biasanya lebih gampang untuk ditanam. Selain terkenal lebih tangguh, tanaman dari biji kopi robusta juga terkenal aman dari serangan hama. Sesuai namanya, robust yang berarti lebih tahan, karena memang tanaman kopi robusta lebih tahan terhadap serangan hama dibandingkan kopi arabika.

Kopi arabika lebih rentan terserang hama karena rasanya yang lebih manis dibandingkan arabika yang cenderung lebih pahit karena kandungan kafeinnya lebih tinggi.

Tanaman dari biji robusta biasanya juga dapat tumbuh dengan lebih cepat. Berbeda dengan tanaman dari biji kopi Arabica yang membutuhkan waktu hingga beberapa tahun sampai siap panen. Karenanya, biasanya kopi dari biji arabika dibanderol dengan harga yang relatif lebih mahal.

Untuk perbedaan harganya sendiri, arabika memang cenderung lebih mahal ketimbang kopi robusta. Selain lebih kaya akan aroma dan rasa, perawatan tanaman kopi arabika memang lebih mahal sehingga turut mempengaruhi harganya. Tapi khusus jenis tertentu, ada juga kopi robusta premium yang harganya bisa menyaingi arabika.

Kopi dari biji arabica biasanya terasa lebih manis, lebih lembut, dengan cita rasa buah kopi yang lebih kental. Tingkat keasaman dari kopi arabica pun juga cenderung lebih tinggi. Ditambah dengan sedikit rasa winey, rasa asam dalam kopi arabica dapat terasa lebih sempurna.

Sedangkan robusta, yang pada dasarnya memiliki karakter rasa pahit yang lebih kental, tentu saja memiliki aroma yang tidak semenarik arabika yang memang lebih menggoda. Namun, bagi para pecinta kopi yang menggemari rasa pahit dengan kandungan kafein tinggi, robusta memang lebih mereka digemari. (Sumber: Tempo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *