4 Langkah Praktis Membuat Dapur Sehat

Dapur memegang peranan penting dalam sebuah rumah karena dari dapurlah tempat meracik & memasak aneka hidangan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari -hari.

Bisa dibayangkan jika dapur yang kita miliki tidak terjaga kebersihannya, makanan yang kita masak bisa terkontaminasi kuman gara-gara kita  lalai membersihkan peratalan dapur dengan baik.

Supaya dapur selalu terjaga kebersihan dan kesehatannya, lakukan 4 langkah praktis membuat dapur sehat berikut ini :

1. Tempat Air

Air bisa jadi sumber penyakit jika tercemar oleh jamur maupun kuman. Sayang kan kalau air mineral yang Anda beli  justru tercemar dari wadahnya.
• Jika Anda menggunakan dispenser, bersihkan secara rutin. Angkat galon air, buang semua sisa air. Campur cuka dapur dengan air, lalu isi ke dalam tangki air, biarkan 10-15 menit supaya cuka dapat merontokkan kotoran yang melekat di tangki. Setelah itu bilas menggunakan air bersih.
• Jika Anda menggunakan pemurni air, bersihkan sesuai petunjuk. Jangan lupa mengganti saringan airnya secara berkala.
• Bersihkan juga bagian luar wadah, terutama kerannya.

2. Peralatan masak antilengket 

Peralatan masak antilengket, seperti wajan atau panci, bisa mengelupas bila sudah usang atau tidak tepat dalam merawatnya. Bila menjumpai bahan antilengketnya mengelupas, sebaiknya tidak digunakan lagi. Dikhawatirkan bahan tersebut akan tertelan dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

3. Koleksi bumbu

Bumbu masakan seperti daun thyme, basil, daun salam segar, maupun yang lainnya, direkomendasikan oleh Dr. Yadi Haryadi, M.Sc., dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dapat disimpan dengan cara direndam dalam minyak zaitun lalu disimpan di dalam freezer.

Untuk kecap asin dan saus teriyaki, selama masih di dalam botol yang belum dibuka, dapat disimpan pada suhu ruang. Bila sudah dibuka sebaiknya disimpan di dalam lemari es.

“Bumbu bubuk tidak perlu disimpan di dalam kulkas. Cukup dimasukkan  dalam wadah kaleng atau wadah kedap udara,” ujar Yadi. Setelah itu, wadah disimpan di dalam lemari tertutup untuk memperpanjang masa simpan hingga 6 bulan. Bila tidak dalam bentuk bubuk, bumbu dapat bertahan hingga 2 tahun.


4. Tempat beras 

Beras termasuk bahan pangan yang relatif tahan lama disimpan pada suhu ruang dan tergolong tidak mudah rusak. Meski demikian, lingkungan (khususnya kelembapan ruang) dan hama serangga bisa menjadi penyebab utama kerusakan beras. Beras (yang umumnya memiliki kadar air 14%) yang disimpan pada ruang dengan kelembapan tinggi lambat laun akan meningkatkan kadar airnya. Beras dengan kadar air tinggi akan menyebabkan datangnya serangan kapang (jamur) sehingga beras menjadi bau apek. Beras juga kerap diserang serangga seperti kutu beras.

Yadi menyarankan agar tidak memakai beras berkutu atau berjamur. Kutu beras akan menghasilkan senyawa yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan di kemudian hari bila terkonsumsi. Demikian pula kapang pada beras apek. Agar terhindar dari kerusakan, sebaiknya beli beras sesuai dengan kebutuhan keluarga, sehingga beras cepat habis dan tidak terlalu lama disimpan.

Selain itu, penting bagi Anda untuk membersihkan tempat penyimpanan beras secara berkala. Jika beras baru dimasukkan ke dalam tempat yang masih ada sisa-sisa beras lama yang bercampur serangga, maka beras yang baru pun akan ikut rusak.

Untuk menghindarinya, wadah beras harus dicuci secara berkala, sebulan sekali. “Cuci dengan cara disiram atau disemprot air panas, lalu jemur di bawah panas matahari hingga semua bagian di dalam wadah benar-benar bersih dan kering,” saran Yadi. (sumber : Femina)

Leave a Reply

Your email address will not be published.